Jakarta, 18 Juni 2026 – Lomography resmi memperkenalkan kehadirannya di Indonesia melalui acara yang diselenggarakan di Liberta, Jakarta. Bersama PT Duta Sukses Indonesia sebagai distributor resmi, acara ini mempertemukan media, komunitas fotografi, pengguna kamera film, serta para pecinta industri kreatif dalam suasana yang santai dan interaktif.
Tidak hanya menjadi momen perkenalan brand, acara tersebut juga memberikan kesempatan bagi para tamu untuk mengenal budaya fotografi analog melalui mini talkshow, sesi berbagi pengalaman, demonstrasi pengembangan film, hingga mencoba langsung berbagai produk Lomography.
Mengenal Lomography dan Semangat Fotografi Eksperimental
Lomography merupakan brand sekaligus komunitas global yang berfokus pada fotografi analog, eksperimental, dan kreatif. Gerakan Lomography bermula di Wina, Austria, pada 1992 dan berkembang dari ketertarikan sekelompok fotografer terhadap karakter unik kamera film LOMO LC-A.
Berbeda dengan pendekatan fotografi yang sangat mengutamakan kesempurnaan teknis, Lomography mendorong fotografer untuk lebih spontan, berani bereksperimen, dan menikmati proses mengambil gambar. Filosofi tersebut dikenal melalui salah satu prinsipnya yang paling populer, yaitu “Don’t think, just shoot.”
Semangat kebebasan berekspresi ini kemudian diwujudkan melalui berbagai kamera film, kamera instan, lensa, aksesori, dan film dengan karakter warna yang khas. Produk seperti Diana, Fisheye, La Sardina, Lomo’Instant, LomoChrome Purple, hingga LomoChrome Metropolis menjadi bagian dari identitas Lomography di kalangan pecinta fotografi analog.

Berbagai kamera analog dan kamera instan Lomography dipamerkan di area display, sehingga para tamu dapat melihat langsung pilihan produk yang resmi hadir di Indonesia.
PT Duta Sukses Indonesia Hadirkan Lomography ke Pasar Indonesia
Kehadiran Lomography di Indonesia didukung oleh PT Duta Sukses Indonesia, perusahaan distributor peralatan fotografi dan videografi yang telah menghadirkan berbagai brand global ke pasar Indonesia.
Melalui jaringan distribusi serta pengalaman di industri fotografi, DSI diharapkan dapat membuat produk-produk Lomography semakin mudah dijangkau oleh fotografer, content creator, komunitas kreatif, maupun masyarakat yang baru ingin mencoba fotografi film.
Kehadiran ini juga membuka peluang berkembangnya lebih banyak kegiatan edukasi dan komunitas seputar fotografi analog, mulai dari workshop, photo walk, diskusi kreatif, hingga pengenalan proses pengembangan film secara mandiri.
Mini Talkshow dan Cerita dari Pengguna Lomography
Rangkaian acara dimulai dengan mini talkshow yang memperkenalkan brand ini, filosofi kreatifnya, serta perkembangan fotografi analog di tengah era digital. Sesi ini memberikan gambaran bahwa kamera film tidak hanya kembali sebagai tren, tetapi juga menjadi medium yang menawarkan proses dan pengalaman berbeda.
Beberapa pengguna Lomography turut membagikan pengalaman mereka ketika memotret menggunakan kamera dan film analog. Cerita mengenai hasil foto yang sulit diprediksi, karakter warna yang khas, hingga sensasi menunggu film selesai diproses menjadi bagian menarik dalam sesi tersebut.
Sharing session ini memperlihatkan bahwa daya tarik fotografi analog bukan hanya terletak pada hasil akhirnya. Proses memilih film, mengatur komposisi, menekan tombol rana, hingga menunggu hasil cetak juga menciptakan pengalaman yang lebih personal bagi setiap fotografer.

Sesi sharing menghadirkan cerita dan pengalaman dari pengguna Lomography mengenai proses kreatif serta daya tarik memotret menggunakan kamera film.
Demonstrasi Cuci Film Menggunakan Lomo Daylight Developing Tank 35 mm
Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah demonstrasi pengembangan atau cuci film menggunakan Lomo Daylight Developing Tank 35 mm.
Perangkat ini merupakan sistem ringkas yang dirancang untuk mempermudah proses pengembangan film 35 mm. Dengan mekanisme pemuatan film yang praktis, pengguna dapat memasukkan dan memproses film dalam kondisi terang tanpa harus menggunakan darkroom atau changing bag.
Melalui demonstrasi tersebut, para tamu dapat melihat lebih dekat tahapan pengembangan film serta mengenal peralatan yang dibutuhkan. Aktivitas ini sekaligus menunjukkan bahwa proses cuci film secara mandiri dapat dipelajari oleh lebih banyak orang dan tidak selalu membutuhkan ruang khusus yang rumit.

Para tamu menyaksikan demonstrasi proses pengembangan film 35 mm menggunakan Lomo Daylight Developing Tank, perangkat yang memungkinkan film diproses tanpa darkroom.
Mencoba Kamera Lomography Langsung di Area Display
Selain mengikuti talkshow dan demonstrasi, para tamu juga dapat melihat serta mencoba berbagai kamera dan aksesori Lomography yang dipajang di area display.
Salah satu produk yang menarik perhatian adalah Lomo MC-A, kamera film 35 mm dengan desain metal yang memadukan pengalaman fotografi analog dengan pengoperasian yang lebih fleksibel. Kamera ini menyediakan pilihan mode pemotretan otomatis dan manual sehingga dapat digunakan oleh pemula maupun fotografer analog yang lebih berpengalaman.
Untuk mendukung sesi hands-on, disediakan juga model serta penataan lighting yang memadai. Para tamu pun dapat langsung mencoba kamera Lomography dalam situasi pemotretan yang telah dipersiapkan, mengeksplorasi sudut pengambilan gambar, sekaligus merasakan karakter penggunaan kamera film secara langsung.
Konsep acara yang interaktif membuat pengunjung tidak hanya melihat produk dari balik etalase, tetapi juga benar-benar memahami pengalaman yang ditawarkan oleh setiap kamera.

Dengan dukungan model dan penataan lighting yang telah disiapkan, para tamu dapat mencoba langsung kamera Lomography dalam sesi pemotretan di lokasi acara.
Menjadi Ruang Pertemuan Komunitas Fotografi Analog
Suasana acara berlangsung hangat dengan adanya snack dan sesi tea time. Momen tersebut dimanfaatkan para tamu untuk berbincang, bertukar pengalaman, serta membangun koneksi dengan sesama pecinta fotografi dan pelaku industri kreatif.
Lebih dari sekadar peluncuran brand, kehadiran Lomography di Indonesia menjadi ruang pertemuan bagi komunitas yang memiliki ketertarikan terhadap fotografi analog. Rangkaian kegiatan yang memadukan edukasi, pengalaman langsung, dan interaksi komunitas juga mencerminkan semangat Lomography yang terbuka, menyenangkan, dan penuh eksperimen.
Dengan dukungan PT Duta Sukses Indonesia, kehadiran Lomography diharapkan dapat memperluas pilihan produk fotografi analog di Indonesia sekaligus mendorong semakin banyak orang untuk mengenal proses kreatif di balik kamera film.
Di tengah perkembangan teknologi fotografi digital yang semakin cepat, Lomography hadir membawa pendekatan berbeda: memperlambat proses, menerima hasil yang tidak selalu terduga, dan menikmati setiap momen dalam satu bingkai film.
